Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Selain menyampaikan apresiasi, pertemuan tersebut juga menjadi wadah dialog dan perencanaan kolaborasi baru antara Dekranasda dan Bank NTT dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis kerajinan lokal.
Bank NTT menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM tidak hanya sebatas penyaluran kredit modal, tetapi juga melalui pendampingan, pelatihan, serta fasilitasi akses pasar agar produk-produk lokal seperti tenun Belu mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM, bukan hanya dari sisi pembiayaan, tetapi juga dari aspek pengembangan kapasitas dan jaringan pasar.
Tenun Belu memiliki nilai budaya yang tinggi dan potensi besar untuk dikembangkan,” demikian komitmen pihak Bank NTT.
Bagi Ny. Vivi Lay, kolaborasi ini tidak hanya memperkuat perekonomian lokal, tetapi juga menjadi wujud pelestarian warisan budaya leluhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Dengan perhatian dari berbagai pihak, para penenun semakin termotivasi untuk berinovasi, menjaga kualitas, dan terus melestarikan tradisi,” tuturnya.
Dari wilayah perbatasan, tenun Belu terus disulam menjadi simbol ketekunan perempuan dan harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Timur. (*/rnc)
