Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
So’E, RakyatNTT.ID – Sebanyak 10 kepala keluarga (KK) di Desa Salbait, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengaku kecewa karena bantuan pangan berupa beras yang dijanjikan tak kunjung diterima.
Parahnya, warga malah diminta berfoto dengan karung berisi jagung, jerigen kosong, dan KTP seolah-olah sudah menerima bantuan beras. Foto tersebut dijadikan dokumen penyaluran oleh oknum pendamping bantuan.
Kronologinya diungkap langsung warga kepada RakyatNTT.ID, Kamis (26/9/2025). Hadir dalam pertemuan itu Danposramil Mollo Barat, Sertu Ike Arakian, yang turut menyaksikan keluhan warga.
Salah seorang penerima, Antoneta Poli, bercerita bahwa dirinya diminta datang ke rumah Sekretaris Desa untuk mengambil 20 kg beras. Namun, ia hanya diminta memegang karung beras dan difoto.
Setelah itu, beras dibawa kembali dan ia dijanjikan bisa mengambil beras keesokan harinya di kantor desa dengan membayar Rp30.000. Hingga kini, janji tersebut tak pernah ditepati.
Hal serupa dialami warga lain, Aranci Kase dan Aranci Saekoko, yang juga difoto dengan karung kosong berisi jagung sambil memegang KTP. Mereka dijanjikan masuk sebagai penerima susulan, tetapi bantuan beras tidak pernah sampai ke tangan mereka.
Warga mengaku mengenal dua pendamping bantuan yang terlibat, yakni Riko Bees dari Dinas Sosial TTS dan seorang bernama Yuni.
Saat dikonfirmasi, Riko Bees mengakui prosedur yang dilakukan salah. Ia beralasan dokumentasi dilakukan karena waktu penyaluran terbatas hanya lima hari, sementara 12 KK belum sempat mengambil beras.
“Kami berani foto karena beras ada di kantor desa. Tapi ketika saya kembali, beras itu sudah tidak ada,” ujarnya.
Riko menyebut masih ada 22 karung beras yang seharusnya disalurkan kepada warga sebagai pengganti penerima lama yang pindah atau meninggal. Namun, beras tersebut kini dinyatakan hilang.
Masyarakat Desa Salbait menegaskan mereka tidak menuntut berlebihan, hanya berharap hak bantuan pangan benar-benar diberikan dan tidak dipermainkan oleh aparat desa maupun pendamping. Hingga berita ini diturunkan, beras yang dijanjikan masih belum diterima warga. (rnc26)
