Program Ina Kasih pada tahap awal menyasar 1.275 perempuan prasejahtera berusia 10–45 tahun. Bantuan berupa pembalut gratis ini juga mendukung Instruksi Presiden RI terkait percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dan akan terus dimonitor secara berkala.

Nama Ina Kasih memiliki makna khusus, “Ina” berarti perempuan dalam bahasa lokal, sementara “Kasih” adalah identitas Kupang sebagai Kota Kasih.

“Program ini bukan sekadar bantuan pembalut, melainkan simbol empati, kepedulian, dan kasih sayang pemerintah bagi perempuan Kupang,” jelas Serena.

Ia berharap, selain meringankan beban ekonomi, Ina Kasih mampu meningkatkan partisipasi pendidikan dan pekerjaan perempuan.

“Kami ingin remaja putri tidak absen sekolah karena menstruasi dan perempuan bekerja tanpa terbebani pilihan sulit antara membeli pembalut atau kebutuhan pokok,” tambahnya.

Wakil Wali Kota juga mengajak semua pihak berkolaborasi, termasuk NGO, CSR BUMN/BUMD, dunia usaha, dan komunitas peduli kesehatan reproduksi.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Bersama, kita pastikan no one left behind,” tegasnya.

Program ini mendapat apresiasi dari para penerima manfaat. Nora Paulina Lau dari komunitas disabilitas menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah.