Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Wagub juga menegaskan pentingnya sinergi “Tiga Batu Tungku” – pemerintah, tokoh adat, dan tokoh agama – dalam menjaga perdamaian. Hasil rapat akan ditindaklanjuti dengan deklarasi damai dan press release resmi.
Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo menambahkan, pihaknya bersama aparat kepolisian, TNI, serta desa/kelurahan siap mengambil langkah cepat agar situasi tetap aman.
Kapolres Alor AKBP Nur Azhari memaparkan kronologi kasus serta menegaskan proses hukum dilakukan profesional dan transparan.
Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda juga memberikan pandangan. Ibu korban, Sulbi Marokang, berharap pelaku segera ditangkap dan hubungan kekerabatan Welai–Wetabua bisa dipulihkan.
Sementara tokoh pemuda Sapta Puling menyoroti lambannya respons aparat, dan tokoh Wetabua Marjuki Galeko menegaskan komitmen adat persaudaraan.
Tokoh agama Pendeta Yubi menekankan pentingnya optimalisasi peran Babinsa dan Babinkamtibmas untuk terjun langsung bersama tokoh adat dan pemuda di lapangan.
Deklarasi Damai
Sebagai hasil rapat, seluruh pihak menyepakati enam poin deklarasi damai, antara lain:
- Mengakhiri segala bentuk perselisihan dan permusuhan;
- Menyerahkan kasus penganiayaan kepada Polres Alor untuk diproses sesuai hukum;
- Menjunjung tinggi nilai adat dan kekeluargaan;
- Menghentikan provokasi, ujaran kebencian, dan kekerasan;
- Mendukung Kejuaraan Tinju Piala Gubernur NTT I Tahun 2025 dengan aman dan tertib;
- Menghindari konsumsi minuman keras yang merusak nilai budaya.
Rapat yang berakhir pukul 13.00 WITA itu memastikan situasi di wilayah Welai Barat dan Wetabua tetap aman dan terkendali berkat keterlibatan tokoh masyarakat serta aparat keamanan. Pemprov NTT bersama Pemkab Alor akan terus memantau perkembangan demi perdamaian berkelanjutan. (*/bap/rnc)
