Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Bakal Calon Rektor Undana Periode 2025-2029, Prof. Dr. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes meraih suara terbanyak (25 suara) dalam voting tertutup di Aula Rektorat Undana, Kamis (25/9/2025).
Ia mengungguli tiga pesaingnya, masing-masing Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng (24 suara), Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si (6 suara) dan Dr. Hamza Wulakada (1 suara).
Walau meraih suara terbanyak, Prof. Apris tak jumawa. Ia mengatakan penentuan hasil akhir ada pada pemilihan putaran II yang akan melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Di pemilihan putaran II nanti, Prof. Apris akan bertarung melawan dua calon lainnya, yakni Prof. Jefri S. Bale dan Prof. Malkisedek Taneo.
Prof. Apris mengatakan jika ia terpilih pada pemilihan putaran II, ia konsisten pada visi dan misi yang telah ia sampaikan. Ia siap berkolaborasi dengan semua pihak untuk membangun Undana menjadi lebih baik, terutama membangun mahasiswa sebagai stakeholder utama.
Ia juga siap merangkul para calon lainnya, termasuk mengakomodir gagasan-gagasan brilian yang telah disampaikan alam visi dan misi mereka. “Dalam Korintus mengatakan bahwa ini perlombaan lari dan akan ada satu yang akan menjadi juara, tetapi ketika menjadi juara, tentunya dia tidak boleh melupakan bahwa ada teman-teman yang berlari bersama dia,” kata Prof. Apris.
Menurutnya, keempat bakal calon yang bertarung hari ini merupakan sedikit dari ribuan orang yang siap membaktikan dirinya untuk Undana.
“Empat orang ini merupakan orang-orang yang mempunyai mental untuk mau membangun Undana. Jadi kalau satu yang menjadi (rektor), pasti dia akan bisa merangkul yang lain, karena itulah kekuatan kita,” kata Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana ini.
Ia mengakui keempat bakal calon rekor ini adalah orang-orang yang telah memiliki pengalaman manajerial yang mampu menata kelola Undana menjadi lebih baik ke depan.
Lulusan Universitas Airlangga ini juga berkomitmen jika senat dan kementerian mempercayakannya menjadi rektor, ia siap untuk merangkul semua pihak dan tidak mau menyusahkan siapapun.
“Saya ini kan dibentuk dari pegawai staf yang tukang lem surat, antar surat dan saya selama menjadi pelajar di Undana tahun 2001 sampai hari ini, saya tidak pernah disusahkan orang, sehingga saya tidak punya alasan untuk menyusahkan orang,” tegas Prof. Apris. (rnc)






WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

