Sementara itu, Kepala SMAK Maryo Nekmese Hoineno, Yefriana Tanesib, memberikan apresiasi atas program ini. “PKM ini membantu kami memperkuat disiplin dan tanggung jawab siswa, sejalan dengan misi sekolah membentuk generasi muda beriman, berkarakter, dan siap menghadapi era digital,” katanya.

Rangkaian Kegiatan

Acara dimulai dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan dari ketua tim PKM dan kepala sekolah. Narasumber Tince D. Koroh, dimoderatori oleh Marya D. C. Kabnani, membawakan materi terkait literasi digital. Setelah itu, siswa diajak berdiskusi, mengikuti kuis, dan menganalisis kasus penyalahgunaan media sosial.

Dalam sesi kuis, siswa belajar cara membedakan informasi hoaks, mengelola waktu penggunaan gawai, hingga memproduksi konten positif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Seorang siswa mengaku mendapat perspektif baru.

Iklan

“Sekarang saya lebih paham cara membedakan berita bohong dan menjaga kata-kata saat menulis di media sosial,” ungkapnya.

Sinergi Kampus dan Masyarakat

Tim PKM IAKN Kupang terdiri dari dosen Mariyanti Adu, Catur Prio Purnomo, Fransiska Yanti Nggeong, Christofel Saetban, serta mahasiswa Frigen R. Lay yang aktif mendampingi diskusi. Kehadiran mereka memperkuat sinergi antara pengajaran di kampus dan implementasi tridarma perguruan tinggi di masyarakat.