Jakarta, RakyatNTT.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini penyaluran dana segar Rp200 triliun ke perbankan nasional akan mendongkrak pertumbuhan kredit hingga double digit pada 2026.

Optimisme ini muncul di tengah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan perlambatan penyaluran kredit sepanjang 2025. Tercatat, pertumbuhan kredit bank turun dari 8,43% pada Mei 2025 menjadi 7,7% di Juni, dan kembali melemah menjadi 7,03% pada Juli.

“Dana Rp200 triliun ini diarahkan ke berbagai jenis kredit. Targetnya, tahun depan kredit perbankan bisa tumbuh di atas 11%,” kata Purbaya usai menghadiri acara Akad Massal KPR FLPP di Cileungsi, Senin (29/9).

Iklan

Alokasi Dana ke Bank Himbara

Dalam rincian, pemerintah telah menyalurkan:

  • Bank Mandiri, BRI, BNI masing-masing Rp55 triliun,
  • BTN Rp25 triliun,
  • BSI Rp10 triliun.

Menurut Purbaya, dana ini bukan stimulus darurat, melainkan dana pemerintah yang sebelumnya mengendap di bank sentral. Dengan ditempatkan di bank komersial, dana bisa segera diakses untuk pembiayaan kredit.

“Penyaluran sudah cukup baik, tidak ada gangguan sistem maupun spekulasi dolar. Kalau dalam dua bulan ke depan pertumbuhan kredit tidak optimal, dana bisa kami tarik kembali,” tegasnya.