Ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah ruang perjumpaan iman dan budaya serta mendorong OMK menjadi pilar penting dalam mendukung program pemerintah, seperti Pertobatan Ekologis, Desa Ramah Anak, dan Gerakan Anti-Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

Vikep Kevikepan Mbay, RD. Asterius Lado, yang membuka acara secara resmi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan peristiwa bersejarah.

“Ini bukan sekadar temu biasa, melainkan temu strategis bagi OMK, kelompok strategis dalam karya pastoral Keuskupan Agung Ende sesuai Renstra 2022–2027,” jelasnya.

Ia berharap Mbay Youth Day mampu memperkuat wadah OMK, melahirkan generasi muda Katolik yang militan, serta menjadi detak jantung kehidupan Gereja.

Acara turut dihadiri Forkopimca Keo Tengah, para imam, biarawan-biarawati, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pemuda. (rnc15)