Kupang, RakyatNTT.ID Isu air bersih di Kota Kupang kembali mencuat dalam sidang Badan Anggaran DPRD bersama Pemerintah Kota Kupang terkait Perubahan APBD 2025, Senin (22/9/2025).

Pembahasan mengerucut pada fasilitas air bersih, penyertaan modal, serta peluang investasi pihak ketiga untuk memperbaiki layanan.

Ketua DPRD Kota Kupang Richard Odja dan anggota DPRD Chris Baitanu menegaskan bahwa solusi konkret harus segera dilakukan. Chris menyoroti pentingnya pengoptimalan SPAM Kali Dendeng berkapasitas 150 liter per detik yang mampu melayani 15.000 sambungan rumah, khususnya untuk wilayah barat Kota Kupang.

Pemerintah pusat sudah kucurkan hampir Rp200 miliar untuk pembangunan dan jaringan SPAM. Kalau tidak kita optimalkan, bagaimana nasib pelayanan air bersih?” tegas Chris.

Perlu Jaringan Tersier dan Dukungan Anggaran

Plt. Dirut Perumda Air Minum, Romy Seran, menambahkan bahwa optimalisasi Spam Kali Dendeng tidak hanya soal sambungan rumah, tetapi juga perlu jaringan tersier. Karena itu, ia mendorong agar alokasi anggaran juga melibatkan Dinas PUPR, bukan hanya melalui penyertaan modal Perumda.

Dorongan Investasi Pihak Ketiga

Richard Odja menilai Pemkot harus membuka ruang investasi pihak swasta agar masalah air bersih segera teratasi. “Dengan kondisi anggaran terbatas, kolaborasi dengan pihak ketiga bisa jadi solusi terbaik,” ujarnya.