Kupang, RakyatNTT.ID – Hingga semester I 2025, PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT membukukan laba bersih Rp89,44 miliar, tumbuh 9,82 persen secara year-on-year (yoy).

Perolehan laba bersih Bank NTT ditopang dari meningkatnya persentase sejumlah pos pendapatan, dibarengi dengan penyusutan beban.

Pendapatan bunga bersih bank yang dipimpin Plt Yohanis Umbu Praing itu mengalami pertumbuhan 4,14 persen (yoy) menjadi Rp535,13 miliar. Pendapatan tersebut diperoleh dari penyusutan beban bunga sebesar 6,41 persen jadi Rp249,79 miliar.

Dari sisi intermediasi, realisasi kredit Bank NTT tumbuh 2,18 persen yoy menjadi Rp12,78 triliun. Kualitas kredit juga terjaga. Ini tercermin dari rasio on-performing loan (NPL) gross di angka 3,47 persen. Sementara NPL nett turun 40 basis poin menjadi 1,12 persen di Juni 2025.

Adapun dari penghimpunan dana, Bank NTT mencatat dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 1,84 persen (yoy) Rp13,13 triliun. Rasio dana murah atau current account saving account (CASA) mencapai Rp7,25 triliun atau setara dengan 55,19 persen dari total DPK.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit dan DPK, total aset Bank NTT ikut naik 1,90 persen (yoy), dari Rp17,24 triliun Juni 2024 menjadi Rp17,57 triliun pada Juni 2025.

Gubernur NTT Melki Laka Lena selaku Pemegang Saham Pengendali 1 Bank NTT meyakini kinerja Bank NTT akan semakin baik dengan adanya suntikan modal Rp100 miliar dari Bank Jatim. Kerjasama ini juga akan membuat Bank NTT lebih kuat dan bisa bersaing dengan bank lain.

“Dengan adanya Bank Jatim sebagai PSP kedua, Bank NTT makin kuat dan siap bersaing dengan bank-bank lain,” ungkap Melki Laka Lena kepada wartawan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank NTT di Kantor Gubernur NTT, Kamis (4/9/2025). (*/rnc)