Ende, RakyatNTT.ID – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Ende resmi melantik dua pengurus ranting baru, yakni WKRI Ranting Santa Maria Guadalupe dan Ranting Santa Lusia untuk masa bakti 2025-2028, Minggu (3/8/2025), bertempat di Gereja Paroki St. Marinus Pu’urere Ende.

Ketua WKRI Ranting Santa Maria Guadalupe dijabat oleh Maria Goreti Tangi, sedangkan Ranting Santa Lusia dipimpin oleh Yovita Beke. Pelantikan ini dilakukan berdasarkan SK Nomor: SKEP/01/DPC-07/SMPR/VIII/2025 tentang pengangkatan pengurus ranting resmi oleh DPC WKRI Cabang Ende.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Presidium WKRI DPD Keuskupan Agung Ende, Paulina Pede, bersama jajaran pengurus, Ketua DPP St. Marinus Pu’urere, para ketua lingkungan, dan seluruh anggota ranting.

Iklan

Ajakan untuk Persatuan dan Pelayanan yang Relevan

Dalam sambutannya, Paulina Pede menekankan pentingnya menjaga semangat pelayanan yang tulus dan rendah hati, serta mengajak seluruh pengurus untuk melihat perbedaan sebagai kekuatan.

“Kita tidak sama, tapi mari kita bekerja sama. Berdamai dengan diri sendiri adalah kunci agar bisa berjalan bersama. WKRI harus peka terhadap situasi zaman agar program kerjanya memberi dampak nyata,” ungkap Paulina.

Ia juga mengingatkan pentingnya nilai asih, asah, dan asuh sebagai dasar membangun organisasi yang solid, aktif, dan relevan dengan kebutuhan umat serta masyarakat luas.

Komitmen Kolaboratif dari Pengurus Baru

Maria Goreti Tangi, Ketua WKRI Ranting Santa Maria Guadalupe terpilih, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota untuk bergandengan tangan dan bekerja secara kolektif demi kemajuan ranting yang bertanggung jawab dan sejalan dengan visi-misi WKRI.

“Kami akan jalankan amanah ini dengan penuh komitmen dan mengharapkan dukungan penuh dari semua anggota,” katanya.

Pastor Robertus Hadun, CMF, selaku Kepala Paroki St. Marinus Pu’urere menyampaikan harapan agar pengurus baru dapat membangun kemitraan aktif dengan organisasi gereja maupun non-gereja, termasuk menjalin sinergi dengan pemerintah setempat.

“WKRI harus hadir sebagai organisasi Katolik yang terbuka dan bersinergi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” pesannya.

Acara pelantikan ditutup dengan ramah tamah dan serah terima kepengurusan, sebagai simbol dimulainya babak baru pelayanan WKRI di dua ranting tersebut. (rnc16)