Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) memperkuat langkah strategisnya di bidang riset mikrobiologi terapan dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Fokus utama kolaborasi ini adalah menjawab tantangan wilayah lahan kering di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui pembentukan Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Lahan Kering Kepulauan Undana–BRIN.

Kunjungan Kepala Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN ke kampus Undana disambut langsung oleh Rektor Prof. Dr. drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc., yang menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata perhatian BRIN untuk mengembangkan riset sesuai kebutuhan lokal.

Iklan

PKR diharapkan menjadi fondasi penguatan ekosistem riset, peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta perluasan jejaring kerja sama. Fokus riset meliputi pemanfaatan mikroba lokal untuk kesuburan tanah, pupuk hayati, pengolahan limbah organik, pengendalian hayati penyakit tanaman, pakan tambahan ternak, biostimulan pertanian dan akuakultur, hingga fermentasi pangan lokal.

Fakultas Pertanian (Faperta) dan Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Undana memiliki SDM mumpuni dengan banyak dosen bergelar doktor. Meski fasilitas masih terbatas, kolaborasi dengan BRIN diyakini menjadi solusi.

Mahasiswa akan dilibatkan aktif melalui riset, magang, dan pelatihan untuk memperkuat orientasi lulusan pada pemecahan masalah nyata di masyarakat.

Rektor Undana menegaskan, sinergi antara sumber daya khas NTT dengan teknologi dan jaringan nasional BRIN akan mendorong lahirnya inovasi relevan bagi wilayah kepulauan dan lahan kering. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Undana sebagai pusat keunggulan riset di kawasan timur Indonesia. (*/rnc)