Ia menyoroti pentingnya menguatkan BPIP secara kelembagaan agar dapat bekerja lebih optimal dalam mensosialisasikan nilai-nilai ideologi bangsa. “Kami di DPR RI tengah membahas RUU BPIP agar lembaga ini memiliki kewenangan yang lebih kuat dan daya jangkau yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Purno Utomo mengapresiasi tingginya semangat kebangsaan di tengah masyarakat Waingapu. Ia menyebut, nilai-nilai Pancasila seperti toleransi, gotong royong, dan persatuan sudah tercermin dalam kehidupan sehari-hari warga. “Kami datang untuk melihat langsung dan memberi dukungan agar semangat ini terus tumbuh,” ucapnya.

Purno juga mengingatkan pentingnya pendidikan ideologi bagi generasi muda. Ia menyesalkan bahwa sejak tahun 1998, pelajaran seperti P4 dan Pendidikan Moral Pancasila tak lagi diajarkan secara intensif. “Banyak anak muda sekarang lupa urutan sila Pancasila. Ini tantangan serius,” tegasnya.

Dalam sesi kuis ringan, seorang pelajar dengan cepat menjawab lambang sila pertama Pancasila adalah bintang, yang disambut tepuk tangan meriah.

Kegiatan ini juga menghadirkan Pdt. Abraham Litinau, tokoh agama dan budaya yang menyerukan pentingnya membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan umat beragama. Selain itu, dua tokoh muda lokal, Herman Hilungara dan Umbu Aryad, juga memberikan materi yang menggugah, terutama bagi kalangan pemuda.