Ba’a, RakyatNTT.ID Dalam rangka mendukung gerakan Literasi untuk Negeri, Polres Rote Ndao meluncurkan Perpustakaan Apung dan Perpustakaan Keliling.

Acara launching dipimpin oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, bertempat di Pelabuhan ASDP Pantai Baru, Kamis (21/8/2025) siang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi NTT Simson Polin (PSI), Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono, S.ST, M.K.P, perwakilan Kodim 1627/Rote Ndao, Lanal Pulau Rote, pejabat Pemda, guru, siswa, serta tokoh masyarakat. Launching ditandai dengan pengguntingan pita dan pelepasan armada perpustakaan apung serta keliling.

Iklan

Tambah 7 Unit Perpustakaan Keliling

Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, menjelaskan bahwa sebelumnya hanya ada satu unit perpustakaan keliling. Dalam momentum HUT RI ke-80, pihaknya menambah 7 unit baru sehingga kini terdapat 8 motor perpustakaan keliling di tiap Polsek se-Kabupaten Rote Ndao.

Selain itu, Polres juga menghadirkan perpustakaan apung berupa kapal yang siap melayani masyarakat pesisir dan kepulauan, seperti di Pulau Ndao, Nuse, Landu Thie, hingga Usu.

Menurut AKBP Mardiono, tujuan utama program ini adalah meningkatkan budaya literasi dan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak. Selain itu, mendekatkan akses buku ke pelosok desa dan wilayah pesisir dan menyediakan sarana edukasi humanis untuk meningkatkan kualitas SDM generasi muda.

“Menjaga kamtibmas bukan hanya penegakan hukum, tapi juga mencerdaskan kehidupan bangsa melalui perpustakaan apung dan keliling,” tegasnya.

Dukungan Pemerintah Daerah

Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, mengapresiasi inovasi Polres Rote Ndao. Ia menyebut, perpustakaan apung ini bahkan bisa menjadi yang pertama di NTT.

“Saya kagum dengan inovasi Kapolres. Program ini sejalan dengan visi Pemda meningkatkan SDM melalui penguatan literasi sejak dini,” ujarnya.

Apremoi juga berjanji akan menyumbang buku pelajaran, alat tulis, hingga membuat grup WhatsApp khusus bersama bhabinkamtibmas untuk mendukung jalannya perpustakaan apung dan keliling.

Dengan adanya program inovatif ini, masyarakat di pelosok dan kepulauan Rote Ndao diharapkan semakin mudah mengakses bacaan. Perpustakaan apung dan keliling menjadi sarana literasi yang tidak hanya mendekatkan buku, tetapi juga membangun karakter generasi penerus bangsa. (rnc12)