Kepala Dinas Transmigrasi, Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja menegaskan bahwa pelatihan ke depan akan melibatkan lebih banyak sektor dan mitra industri lokal, agar hasil pelatihan tidak hanya berhenti sebagai kegiatan formal, tetapi menjelma menjadi gerakan ekonomi produktif masyarakat.

“Dengan keterampilan ini, kita ingin tumbuh kelompok-kelompok usaha baru yang mandiri dan mampu bergerak di sektor industri kecil,” ujarnya.

Langkah Nyata Menuju Ekonomi Lokal Inklusif

Dengan terselenggaranya pelatihan pembuatan rak piring aluminium ini, Pemkab berharap akan lahir pelaku usaha baru yang inovatif, tangguh, dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri di wilayah Sabu Raijua. Ini juga menjadi bagian dari visi pembangunan daerah dalam menciptakan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. (*/pkp/rnc)