Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Risiko ekologi bisa dijawab dengan rehabilitasi lahan, pengelolaan air, dan sistem pangan lokal yang adaptif. Sedangkan risiko politik menuntut keberanian: kepemimpinan yang meletakkan pengentasan kemiskinan dan perlindungan kelompok rentan sebagai agenda utama, bukan sekadar jargon kampanye.
Kemiskinan di TTS bukan sekadar persoalan lokal. Ia adalah cermin dari tantangan pembangunan Indonesia: daerah dengan sumber daya terbatas hanya bisa bangkit jika kebijakan berpihak, masyarakat terlibat, dan lingkungan dijaga. Pertanyaannya, apakah kita berani menjadikan peta risiko ini sebagai arah perubahan, atau terus membiarkan kemiskinan, kekerasan, dan putus sekolah menjadi wajah abadi di TTS? (*)



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan