Siprianus Radho Toly menambahkan, seluruh etnis yang tergabung dalam Forum Pembauran Kebangsaan juga diundang menyaksikan pentas budaya tersebut untuk meramaikan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan lintas budaya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambros Kodo yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I IKADA Kupang, menjelaskan bahwa pentas budaya ini merupakan bagian dari program kerja Taman Budaya NTT yang bersinergi dengan komunitas etnik guna mendorong pelestarian dan pengembangan budaya lokal. Untuk tahun ini, lanjut Ambros Kodo, program tersebut dilaksanakan bersama IKADA Kupang.

Selanjutnya Seksi Acara, Letha Keu, menjelaskan, selain pentas budaya Sagi dan Larik, kegiatan akan dikemas dengan berbagai prosesi budaya. Antara lain pemberian makan kepada para leluhur, makan bersama makanan adat, serta dilanjutkan dengan Dero Tandak So’a, tarian khas masyarakat So’a sebagai bentuk sukacita dan kebersamaan.

Letha juga menyampaikan harapan besar agar Gubernur NTT bisa dalam acara tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTT Melki Laka Lena menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam pentas budaya yang digelar IKADA Kupang. Dia menyampaikan apresiasi karena acara ini sangat baik bila dikaitkan dengan perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.