Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ende, RakyatNTT.ID – Polemik pengelolaan pasar menjadi perhatian serius dalam konteks ekonomi daerah. Anggota DPRD Ende, Mikhael T. Badeoda dari Fraksi Demokrat, menyoroti kondisi Pasar Mbongawani, Pasar Senggol, dan Pasar Wolowona yang dinilai memerlukan pembenahan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kenyamanan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Ende pada 2024 atas dasar harga konstan menurut lapangan usaha mencapai 3,88%, naik 1% secara tahunan. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku menurut pengeluaran tercatat sebesar Rp7,885,46 miliar.
Faktor Penting dalam Pengelolaan Pasar
Mikhael menjelaskan ada beberapa faktor utama yang memengaruhi kenyamanan pasar, baik dari sisi pembeli maupun penjual, yakni:
- Pengelolaan Sampah – Kebersihan pasar menjadi prioritas untuk menjaga kesehatan dan citra pasar.
- Keamanan – Melindungi pedagang dan pengunjung dari potensi ancaman adalah hal krusial.
- Fasilitas Pendukung – Ketersediaan toilet bersih, area parkir memadai, dan fasilitas lain untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
“Pemerintah perlu memperhatikan wajah pasar tradisional Ende. Penempatan los pasar sesuai kebutuhan, kebersihan, dan pengelolaan yang tepat akan berdampak pada peningkatan PAD secara signifikan,” ujarnya.
Mikhael juga membantah isu ketidakharmonisan antara pemerintah dan DPRD Ende.
“Itu sama sekali tidak benar. Kami baik-baik saja. Kedua lembaga menyadari ada kepentingan rakyat di pundak kami. Untuk rakyat, kami akan bergandengan tangan mengatasi masalah sosial demi keadilan dan kesejahteraan,” tegasnya.
Dengan pengelolaan pasar yang tepat, diharapkan pasar tradisional di Ende tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (rnc16)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan