Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Lebih jauh, paradigma mutu pendidikan tidak boleh disempitkan pada kompetensi akademik belaka. Nilai-nilai karakter, spiritualitas, budaya lokal, dan kecakapan hidup harus menjadi bagian integral dari asesmen pendidikan. Pendidikan bukan pabrik angka, tetapi proses pemanusiaan yang harus sensitif terhadap konteks.
Penutup: Jangan Uji sebelum Mendidik
Tes boleh dilaksanakan, tetapi tidak boleh menindas. Pemerintah harus sadar bahwa mendidik bangsa bukan soal mengejar skor nasional, melainkan memastikan semua anak dari Sabang sampai Merauke mendapat kesempatan yang setara untuk tumbuh, belajar, dan bermakna.
TKA bukanlah akhir dari segalanya. Jika ingin bermutu, mari perkuat dulu fondasi keadilan dalam pendidikan. Karena tak ada gunanya kita mengukur tinggi pohon, jika benihnya saja belum diberi air. (*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan