Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Oleh karena Fernando adalah atlet berprestasi, Bobby Pakh meminta Gubernur dan Wakil Gubernur NTT agar yang bersangkutan diperbolehkan kembali bersekolah di SKO.
“Apa yang dilakukan SKO, tentu membuat mental atlet muda ini jatuh. Jangan sampai kita buang seorang atlet muda yang nantinya bersinar. Apalagi NTT sedang bersiap menyambut PON,” ungkap Bobby Pakh.
Tanggapan Kepala SKO Flobamorata
Kepada wartawan, Kepala SKO Flobamorata Kupang, Hironimus Pati menjelaskan, SKO adalah sekolah dengan layanan khusus yang mendidik anak berbakat di bidang olahraga. Tata kelola SKO berbeda dengan sekolah reguler lain.
“Saat masuk asrama, peserta didik menandatangani komitmen bersama orang tua. Ada sekitar 20 item pernyataan dan secara tahunan kami uji melalui alat evaluasi yaitu rapor pintar. Di situ ada beberapa variabel seperti disiplin, karakter, serta perkembangan olahraga, akademik dan prestasi,” terang Hironimus.
Dia menambahkan, evaluasi peserta didik SKO dilakukan dengan standar evaluasi yang terukur. Konkretnya di SKO ada tiga rapor peserta didik, yakni rapor akademik, rapor olahraga dan rapor pintar.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan