Komunitas Kopi NTT juga mengungkapkan sejumlah tantangan di lapangan, antara lain kondisi pohon kopi yang sudah tua yang butuh peremajaan seperti di Flores, penurunan produksi, serta kopi yang belum menjadi komoditas utama petani. Komunitas Kopi NTT juga masih mengharapkan lebih banyak lagi pelatihan dan pendampingan bagi pelaku-pelaku usaha kopi agar kopi di NTT punya standar yang baik. Selain itu, kebutuhan akan varietas lokal yang unggul dan adaptif juga menjadi perhatian penting dalam pengembangan kopi di NTT.

Dukungan Konkret Pemprov NTT

Merespon kehadiran Komunitas Kopi, Gubernur Melki Laka Lena mengaku senang karena komunitas tersebut beranggotakan anak muda yang punya semangat bekerja sama dengan pemerintah dalam membangun daerah.

Iklan

Gubernur menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk memberikan dukungan konkret, antara lain melakukan peremajaan tanaman kopi secara bertahap di sentra-sentra produksi; memperkuat sektor produksi melalui peningkatan akses sarana produksi, pelatihan teknis, dan dukungan infrastruktur pertanian; dan mendorong hilirisasi industri kopi lokal agar memiliki nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru.

“Kopi adalah potensi unggulan NTT yang tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga menyimpan kekuatan sosial-ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah siap bersinergi dengan komunitas untuk memperkuat ekosistem kopi kita,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.