Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
So’E, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan daerah melalui kunjungan kerja Rektor Undana ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada 18–20 Juli 2025.
Kegiatan ini memperkuat sinergi antara Undana dan Pemkab TTS dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi.
Kunjungan diawali dengan audiensi bersama Asisten I Setda TTS, Denny Nubatonis, S.Sos., M.Si., yang mengapresiasi kontribusi Undana terhadap kemajuan daerah, khususnya melalui para alumninya yang kini banyak menduduki posisi penting di pemerintahan.
LPDP Prioritaskan Undana, Peluang Emas untuk Putra-Putri TTS
Dalam kesempatan itu, Rektor Undana mengumumkan bahwa Undana resmi menjadi prioritas penerima beasiswa afirmasi LPDP tahun 2025, untuk delapan program magister dan dua program doktor. Program ini memberi peluang besar bagi SDM lokal di TTS untuk menempuh pendidikan tinggi berkualitas.
Tinjau Langsung KKN Mahasiswa di Kota SoE
Di Kelurahan Karang Siri, Kecamatan Kota SoE, Rektor meninjau langsung aktivitas mahasiswa KKN. Ia menegaskan bahwa KKN bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan wadah untuk menerapkan ilmu dalam kehidupan nyata dan membangun relasi sosial di tengah masyarakat.
“Konsultasikan program kerja ke pemerintah setempat dan DPL agar sesuai kebutuhan warga,” ujar Rektor Undana, menekankan pentingnya program yang berdampak langsung.
Dukung Peternakan dan Cegah Stunting di Desa Oehala
Di Desa Oehala, Kecamatan Mollo Tengah, Undana meluncurkan program pengabdian masyarakat berupa pengobatan gratis, pelatihan pengelolaan ternak ayam potong dan program penghijauan.
Rektor secara simbolis menyerahkan ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan) dan mesin tetas sebagai stimulan awal, dengan harapan masyarakat menyiapkan kandang layak dan mahasiswa berperan sebagai fasilitator lapangan.
Intervensi Langsung Atasi Stunting dan Kemiskinan
Program ini dirancang untuk mengatasi dua masalah besar TTS berdasarkan data BPS 2023:
- Stunting dengan prevalensi ≥30%
- Kemiskinan ekstrem
Dengan peningkatan produksi ternak dan perbaikan gizi, Undana berharap intervensi ini berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Lebih dari sekadar bantuan, inisiatif Undana di TTS menjadi model transfer teknologi dan pengetahuan yang bisa direplikasi di daerah lain. Kolaborasi ini menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan daerah berkelanjutan.
“Sinergi Undana dan Pemkab TTS akan terus diperkuat demi lahirnya inovasi dan solusi nyata,” tutup Rektor Undana. (*/hms/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan