Remalya Latupeirissa, siswa SMAN 1 Kupang yang diterima di Fakultas Kedokteran UI, mengapresiasi program ini. “Pendampingan UTBK di sekolah sangat membantu, ditambah simulasi dan pelatihan dari Undana dan dinas,” tuturnya.

Reformasi Birokrasi dalam Aksi: Quick Win Sebagai Replikasi Nasional

Akademisi Dr. Patrisius Kami menilai bahwa Quick Win bukan sekadar program akselerasi, tetapi pengejawantahan birokrasi yang adil dan inklusif. “Ini bentuk negara hadir, melayani dengan bermartabat,” katanya.

Ia menekankan agar program tidak hanya menjadi proyek periodik, tetapi berkelanjutan dan berakar pada nilai-nilai Pancasila. “Program ini harus melahirkan agen perubahan yang berpihak pada rakyat.”

Iklan

Langkah Strategis Berikutnya: Digitalisasi dan Penguatan Kemitraan

Dinas telah menyusun sejumlah langkah lanjutan:

  • Memasukkan program ke dalam RPJMD NTT
  • Mengembangkan platform digital pembinaan siswa
  • Menetapkan kemitraan formal dengan TNI/Polri dan PTN
  • Meningkatkan kapasitas guru BK sebagai mentor karier siswa
  • Menyediakan modul berbasis kebutuhan wilayah

Dengan berbagai tantangan seperti keterbatasan pelatih dan jaringan internet di wilayah 3T, solusi inovatif terus dirancang agar Quick Win tidak hanya berhasil, tapi juga menjangkau lebih luas.