Oelamasi, RakyatNTT.ID – Potret minimnya infrastruktur penunjang pertanian tergambar betul di wilayah Kabupaten Kupang. Sejumlah petani di Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, terpaksa bergotong royong membangun jembatan darurat melintasi Sungai Olifeo, demi bisa mengakses lahan sawah mereka yang luasnya mencapai 50 hektar di wilayah tersebut.

Video berdurasi pendek yang beredar luas memperlihatkan para petani membangun jembatan penyeberangan dari bambu secara swadaya. Ironisnya, Sungai Olifeo dikenal sebagai habitat buaya liar, sehingga kondisi ini sangat membahayakan keselamatan petani saat beraktivitas.

Harus Pikul Hand Tractor Lintasi Sungai

Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Mesak Mbura, saat dikonfirmasi media, membenarkan aksi swadaya ini. Menurutnya, para petani kerap kali harus mempreteli dan memikul hand tractor untuk dibawa menyeberang sungai yang lebarnya mencapai 22 meter, dan bisa meluap hingga 3 meter saat laut pasang.

Iklan

“Kesulitan yang selalu nampak adalah petani harus preteli hand tractor dan pikul menyeberang sungai Olifeo. Ini sangat menyulitkan dan berisiko,” ujar Mesak.

Harapan Besar untuk Dinas PUPR dan Pertanian

Mesak juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Kupang, khususnya melalui Dinas PUPR dan Dinas Pertanian, segera menindaklanjuti kebutuhan pembangunan jembatan permanen yang layak dan aman untuk petani.

“Semoga kerja keras dan jerih payah petani ini menjadi perhatian Pemkab. Jangan tunggu sampai terjadi korban,” tegasnya.

Kondisi ini menjadi cermin nyata bahwa akses dan infrastruktur pertanian di daerah masih sangat memprihatinkan, padahal sektor pertanian adalah tulang punggung ekonomi lokal. (rnc04)