Kupang, RakyatNTT.ID Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mengakselerasi langkah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Meskipun SK penunjukan resmi dari pemerintah pusat belum turun, Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma menunjukkan sikap proaktif dengan menggelar rapat koordinasi bersama pimpinan perangkat daerah di Kantor Gubernur NTT pada Kamis malam (10/7).

Strategi Dini dan Pembentukan Satgas PON 2028

Dalam pertemuan tersebut, Johanis menekankan pentingnya persiapan awal yang terstruktur, termasuk pembentukan Satuan Tugas PON 2028. Rencana ini menjadi langkah antisipatif untuk menyambut penetapan NTT sebagai tuan rumah bersama dengan Provinsi NTB.

“Kita harus siapkan diri sejak sekarang agar bisa sukses sebagai penyelenggara, dan juga berprestasi sebagai kontingen,” ujar Johanis.

Tiga aspek utama yang jadi fokus:

Belajar dari Event Nasional dan Internasional

Johanis menilai pengalaman NTT dalam menyelenggarakan event skala nasional dan internasional menjadi modal penting. Namun, ia mengingatkan agar kesuksesan serupa tidak hanya terulang, tetapi diperluas skalanya.

“Momentum PON harus menjadi lompatan besar untuk ekonomi daerah, promosi pariwisata, dan regenerasi atlet lokal,” tegasnya.

Komitmen Pemerintah dan Kolaborasi Lintas Sektor

Pemprov NTT menunjukkan komitmen kuat dengan:

  • Mengintegrasikan lintas OPD dalam task force PON 2028
  • Mendorong sinergi dengan Provinsi NTB
  • Menyusun peta jalan kesiapan PON 2028 sejak 2025

Dalam waktu dekat, akan dilakukan pemetaan kebutuhan teknis dan sinkronisasi dengan kementerian terkait agar semua elemen persiapan dapat berjalan lebih sistematis dan terukur.

NTT tidak hanya menargetkan sukses penyelenggaraan PON, tetapi juga ingin menjadikan momen ini sebagai tonggak transformasi daerah — dari sport tourism, infrastruktur, hingga pengembangan potensi atlet lokal.

Dengan sinyal kesiapan yang ditunjukkan lebih awal, NTT ingin membuktikan bahwa daerah timur Indonesia siap menjadi panggung olahraga nasional dengan standar tertinggi. (*/bap/rnc)