“Kami cinta NTT dan kami ingin menjadikan fashion sebagai alat pemberdayaan. Tidak hanya lingkungan, tapi juga manusia,” jelas Alda, salah satu anggota tim.

Target Pasar dan Langkah Nyata

Meski awalnya menyasar pasar umum, riset pasar menunjukkan bahwa pekerja kantoran dan anak muda yang peduli pada fashion berkelanjutan adalah target utama mereka. Selain pakaian, “Your Clothes” juga memproduksi aksesori berbahan kain perca dan tenun, yang kini dipasarkan lewat Instagram @your.cloths_mnj.

Tak hanya produknya yang ramah lingkungan, mereka juga mulai mengembangkan kemasan berbasis anyaman daun lontar, menggantikan plastik sebagai bentuk tanggung jawab ekologis secara menyeluruh.

Seleksi P2MW bukanlah hal mudah. Setiap tim dituntut menyusun proposal bisnis lengkap mulai dari riset pasar, analisis keuangan, hingga dampak sosial. Tim “Your Clothes” pun sempat berpacu dengan waktu demi menyelesaikan dokumen sebelum tenggat.

“Kami begadang hingga dini hari. Tapi karena kerja sama tim yang solid, kami berhasil,” tutur Yohanes.

Selain itu, mereka mendorong mahasiswa lain agar aktif mengikuti informasi dari akun resmi @kemahasiswaan.dikti. “Ada banyak program strategis seperti P2MW, Magang Merdeka, dan lainnya yang bisa jadi batu loncatan,” tambah Rohan. (*/hms/rnc)