Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dampak keberadaan Bank Sampah Undana tidak hanya dirasakan secara lingkungan. Secara ekonomi, inisiatif ini memberikan insentif nyata bagi warga kampus: semakin banyak sampah yang disetor, semakin besar tabungan yang terkumpul. Ini mengubah paradigma lama bahwa sampah adalah beban, menjadi peluang.
Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc., memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menyebutnya sebagai bentuk nyata dari integritas dan kolaborasi antar elemen kampus. “Kampus bukan sekadar tempat belajar teori. Ia harus menjadi laboratorium aksi nyata,” ujar Rektor.
Antusiasme warga kampus terlihat jelas dari meningkatnya partisipasi dalam kegiatan bersih-bersih dan penyetoran sampah. Bank ini menjadi titik temu antara edukasi, lingkungan, dan nilai ekonomi, serta menjadi contoh nyata penerapan prinsip keberlanjutan di lingkungan pendidikan.
Melalui edukasi, insentif ekonomi, dan pengelolaan yang sistematis, Bank Sampah Undana telah membuktikan bahwa limbah plastik bisa menjadi aset. Ini bukan hanya solusi lokal, tapi model inspiratif bagi institusi pendidikan lainnya di Indonesia. (*/hms/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan