Seba, RakyatNTT.ID Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua kembali menunjukkan komitmen serius dalam mendorong potensi lokal. Sebanyak 1.300 ton Garam Sabu Raijua berhasil diberangkatkan ke Surabaya menggunakan Kapal Asia Putra melalui Pelabuhan Seba, dalam pengawasan langsung Bupati Krisman B. Riwu Kore, SE., MM.

Garam yang diangkut merupakan hasil produksi dari tambak garam milik pemerintah daerah yang dikelola melalui sistem kerja sama bagi hasil dengan masyarakat.

Dari total volume, 940 ton berasal dari Pulau Raijua, menandai selesainya proses pengangkutan dari seluruh wilayah tersebut. Sementara 360 ton sisanya berasal dari Pulau Sabu, mencakup wilayah Desa Bodae, Lobohede, dan Menia.

Dorongan Produksi dan Peningkatan Pendapatan

Bupati Krisman menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja masyarakat dalam menjaga produktivitas dan kualitas garam lokal. Ia juga menegaskan pentingnya keberhasilan pengiriman ini sebagai momentum untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan sistem bagi hasil, semakin besar produksi, maka semakin besar pula keuntungan yang diterima masyarakat,” ujar Bupati.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pemasaran dan distribusi garam lokal, agar para petambak mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan harga yang kompetitif.

Pemantauan Langsung dan Kolaborasi Lintas Dinas

Dalam pemantauan proses pemuatan di pelabuhan, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sabu Raijua. Kolaborasi antarinstansi ini memastikan seluruh proses berjalan tertib dan efisien.