“Kita harus terus berbenah supaya keluarga-keluarga pendeta ini menjadi basis yang paling penting untuk kekuatan kita dalam pelayanan. Tuhan memberkati kita semua, semoga kita semua mampu,” ungkap Ketua Majelis Jemaat Paulus Wini, Pdt. Eyrene Liuffeto-Tameno.

Ketua Majelis Jemaat Petra Kefamenanu, Pdt. Angkol Tangwal, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehangatan dan rasa kekeluargaan yang tercipta. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada KMK TTU, panitia, para suami dan istri pendeta, vikaris, serta cavic yang telah menyatukan langkah dalam pelayanan ini.

Pertukaran Pelayan: Simbol Persaudaraan Pelayanan

Setelah serangkaian kegiatan, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kantor Klasis Fatuleu Barat. Sambutan hangat datang dari keluarga besar pendeta klasis setempat. Di sinilah prosesi pertukaran pelayan berlangsung. Sebuah tanda kolaborasi dan solidaritas antar wilayah pelayanan.

Iklan

Pdt. Andre, dalam sambutannya, mengatakan kegiatan tersebut sebagai wujud berbagi energi pelayanan. Energi tersebut, kata Pdt. Andre, tumbuh dan berkembang demi satu nama besar GMIT. “Karena di dalam GMIT, kita percaya Allah Tritunggal hadir dan memberkati masyarakat NTT,” kata fans berat klub sepakbola AC Milan ini.