Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Lain halnya, jika petugas kebersihan itu adalah orang yang pekerjaan utamanya adalah untuk membersihkan sampah. Mereka akan total dalam membersihkan kotanya karena mereka tahu bahwa membersihkan kota adalah tugasnya; dengan melaksanakan tugas itu, mereka tidak hanya akan membuat kotanya bersih, tetapi juga membuat hidupnya dan keluarganya lebih layak.
Saya pikir itulah yang, antara lain, dilakukan oleh para wali kota besar seperti New York, Sydney, Melbourne, dan Singapura. Saya tahu itu karena saya pernah hidup di sana. Ketika hidup di sana, saya tidak pernah melihat para pegawai pemerintah, apalagi anak-anak sekolah dan mahasiswa turun ke jalan umum untuk membersihkan sampah. Sebab membersihkan sampah itu tugas para pembersih kota yang profesional. Bukan tugas anak sekolah atau mahasiswa atau pegawai pemerintah.
Dalam konteks itu, mengangkat cleaning service profesional mungkin mahal. Bisa saja demikian. Mahal, tetapi wali kota, sejatinya, harus bisa mencari jalan keluar atas masalah dana yang terbatas itu. Berkolaborasi, misalnya, dengan para pengusaha sukses kota untuk mencari solusi atas masalah dana ini bisa dilakukan. Atau dengan pemerintah pusat. Atau dengan perguruan tinggi ternama. Atau dengan siapa saja yang bisa membantu. Ada selalu, sejatinya, jalan keluar atas masalah dana ini.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan