Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat penguatan komunitas—untuk paduan suara, ibadah pemuda, dan kegiatan yang mempererat persaudaraan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa gereja harus berkontribusi nyata dalam pembangunan sektor lokal seperti pertanian, perikanan, peternakan, hingga menjadi bagian dari solusi stunting di NTT.

“Dari gereja kita bangun Sulamu, Kupang, dan NTT secara keseluruhan,” tegas Wagub.

Iklan

Sebagai penutup acara, digelar lelang hasil bumi dan ternak seperti pisang, pepaya, ubi, ayam, ikan, kelapa dan beras. Momen ini menjadi simbol nyata bahwa jemaat tak hanya aktif secara rohani, tetapi juga secara ekonomi dan sosial. (*/hms/rnc)