Kupang, RakyatNTT.ID Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mengukir prestasi membanggakan di panggung internasional. Mahasiswa Fakultas Hukum, Paulus Crystian Kapi (Paul), sukses meraih juara 3 kategori Best Project Innovation pada Indonesian Youth Excursion Network (IYEN) Batch 14 yang digelar di Thailand, 16–20 Juni 2024.

Paul bukan hanya membawa pulang piala, namun juga mengangkat reputasi Undana dan Indonesia di kancah global lewat proyek inovatif Carbontrack App—sebuah solusi digital pajak karbon terintegrasi dengan perangkat IoT Emission Reader yang mampu mengukur emisi karbon secara real-time.

Inovasi Lingkungan Lewat Teknologi

Berangkat dari keprihatinan terhadap perubahan iklim dan tingginya emisi industri, Paul dan tim lintas daerahnya mengembangkan aplikasi Carbontrack App. Aplikasi ini didesain sebagai sistem monitoring dan insentif berbasis pajak karbon, memungkinkan pelaku industri memantau, mengelola, dan mengurangi emisi mereka dengan lebih terukur.

Iklan

Dengan dukungan penuh Undana—baik secara administratif maupun pembiayaan—Paul berhasil menembus program IYEN melalui jalur special funded, sebuah pengakuan atas kualitas ide dan kapabilitasnya.

“Carbontrack App ini bukan hanya ide. Kami targetkan bisa diluncurkan sebagai MVP, diuji coba, hingga rilis resmi di App Store dan Play Store,” jelas Paul.

Data, Dampak, dan Pengembangan ke Depan

Menurut data terbaru Dana Mitra Lingkungan 2024, sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang emisi karbon terbesar di Indonesia. Di sinilah peran penting Carbontrack App—bukan sekadar sebagai alat pelaporan, namun sebagai solusi konkret berbasis kebijakan insentif dan disinsentif bagi emisi.