Prof. Degeng, pakar pendidikan dari Universitas Negeri Malang, sejak lama mengingatkan bahwa “kebijakan kurikulum tanpa desain implementasi yang realistis hanya akan membebani guru dan gagal membentuk pengalaman belajar bermakna.”

Penelitian ini mencatat bahwa guru di SD Santa Angela menerapkan berbagai strategi pembelajaran aktif: problem based learning, eksperimen, diskusi kelompok, hingga galery walk dan eksplorasi lingkungan. Ini menunjukkan semangat inovasi yang luar biasa.

Namun inovasi tidak datang gratis. Strategi-strategi aktif tersebut menuntut persiapan intensif, waktu tambahan, dan sarana penunjang. Tanpa dukungan struktural yang memadai, guru akhirnya harus memilih: menjalankan pembelajaran ideal atau menyelesaikan tuntutan administratif?

Salah satu komponen penting dalam tematik terpadu adalah penilaian autentik yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Tapi bagaimana guru bisa mengevaluasi seluruh dimensi ini, di setiap tema, untuk semua siswa, dalam keterbatasan waktu dan tenaga?

Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun konsepnya baik, dalam praktiknya penilaian autentik menjadi tantangan tersendiri dan bukan sedikit yang akhirnya menyerah pada pendekatan penilaian yang minimal.