Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
So’E, RNC – Sudah dua pekan pelanggan Perumda Air Minum Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Kecamatan Kolbano alami krisis air bersih. Menghadapi persoalan ini, warga terpaksa membeli air dengan harga Rp100.000 untuk 960 liter yang dijual para pengusaha air setempat.
Pantauan RakyatNTT.id, krisis air bersih dihadapi oleh pelanggan atau warga di Desa Oele’u, Pana, Nununamat dan Se’i. Sejumlah kran air tak bisa mengalirkan air ke bak penampung yang disiapkan warga di rumah-rumah.
Sejumlah warga desa memenuhi kebutuhan air mereka dengan memikul air dari sumber air baku di sekitar tempat tinggal. Sementara warga lainnya membeli air yang dijual oleh para pengusaha dengan menggunakan kendaraan pick up yang mematok harga Rp100.000 untuk 48 buah jerigen berukuran 20 liter. Totalnya 960 liter sekali angkut.
Potret seperti ini sering terjadi dan dialami warga di Kecamatan Kolbano. “Kami terpaksa dan mau tidak mau kalau bukan dengan cara ajak anak dan istri turun timba dan pikul air, yah harus beli di pick up. Harganya Rp100.000 untuk 48 jerigen,” kata warga Pana, Melki.
Tak hanya itu, warga lainnya juga mengeluhkan kesulitan ini sudah berulang kali terjadi hampir 5 tahun terakhir pasca mata air Oele’u dieksplorasi oleh Pemerintah Kabupaten TTS melalui Perumda Air Minum.



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.