Ia menyoroti pentingnya penguatan sistem perlindungan korban di tingkat lokal, mulai dari pelatihan petugas desa hingga integrasi rujukan ke shelter dan layanan hukum. “Satu petugas desa terlatih bisa lebih berdampak dibanding puluhan seminar,” katanya.

Bukan Simbolik, tapi Struktural

Menurut Firda, keberpihakan Partai Perindo terhadap isu ini bersifat struktural. “Kami pastikan kader kami di legislatif dan eksekutif mendorong anggaran dan kebijakan nyata untuk korban kekerasan.”

Firda menutup dengan ajakan kuat: “Diam kita adalah luka mereka. Jangan tunggu data berikutnya untuk peduli. Sudah saatnya kita semua — negara, media, komunitas, warga — bergerak membongkar patriarki dan membangun ruang aman bagi perempuan dan anak.” (*/rnc)