Teheran, RakyatNTT.ID Mohammad Kazemi, Kepala Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel yang dilancarkan pada Minggu (15/6/2025) malam waktu setempat. Serangan ini menjadi salah satu pukulan terbesar terhadap struktur militer elit Iran.

Selain Kazemi, dua perwira tinggi IRGC lainnya, yaitu Hassan Mohaghegh dan Mohsen Bagheri, juga gugur dalam serangan tersebut. Ketiganya disebutkan sebagai “martir” dalam pernyataan resmi IRGC yang dikutip kantor berita AFP.

“Tiga jenderal intelijen yakni Mohammed Kazemi, Hassan Mohaghegh, dan Mohseb Bagheri dibunuh dan gugur sebagai martir,” tulis IRGC.

Iklan

Dikonfirmasi Langsung oleh Netanyahu

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terbuka mengonfirmasi operasi militer tersebut dalam wawancaranya dengan Fox News.

“Beberapa saat yang lalu, saya bisa mengonfirmasi bahwa kami telah menargetkan kepala intelijen Iran dan wakilnya di Teheran,” ujar Netanyahu.

Ini menandai peningkatan signifikan dalam skala dan intensitas serangan Israel terhadap target strategis di Iran.

Eskalasi Serangan: 224 Warga Iran Tewas

Serangan terhadap para petinggi intelijen ini merupakan kelanjutan dari kampanye udara besar-besaran Israel ke wilayah Iran yang dimulai sejak Jumat (13/6). Hingga kini, media Iran melaporkan 224 warga sipil tewas dan lebih dari 1.200 orang luka-luka akibat serangan di berbagai wilayah.

Israel Serang Bandara Mashhad, Target Terjauh Sepanjang Konflik

Pada hari yang sama, Israel juga menyerang Bandara Mashhad di timur laut Iran, sekitar 2.300 kilometer dari wilayah Israel. Serangan ini tercatat sebagai operasi udara terjauh yang dilakukan Israel terhadap Iran sejauh ini. (*/rnc)