Teheran, RakyatNTT.ID — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah melonjak tajam setelah serangan udara Israel di Teheran dan wilayah padat penduduk lainnya menewaskan sedikitnya 585 orang, menurut laporan media Iran yang dikutip Anadolu.

Kelompok Aktivis Hak Asasi Manusia berbasis di Washington mengidentifikasi 239 korban sebagai warga sipil dan 126 sebagai aparat keamanan Iran. Kelompok ini dikenal luas karena akurasi data selama protes Mahsa Amini tahun 2022.

Menteri Kesehatan Iran, Mohammad-Reza Zafarghandi, menyebut bahwa sejak Jumat lalu, lebih dari 1.800 warga terluka, mayoritas adalah warga sipil. Dalam serangan di Lapangan Quds, Teheran Utara, 12 orang tewas, termasuk satu ibu hamil, 35 perempuan, dan 10 anak-anak.

Iklan

Tak hanya warga sipil, sejumlah pejabat militer tinggi Iran juga tewas dalam serangan presisi yang dilakukan Israel. Rumah warga ikut hancur karena serangan langsung ke area pemukiman.

Menanggapi agresi ini, Iran meluncurkan serangan balasan dengan rudal balistik dan drone ke beberapa kota di Israel seperti Tel Aviv, Yerusalem, dan Haifa. Warga Israel pun terpaksa menghabiskan waktu di bunker perlindungan.

Meski disensor, beredar rekaman rudal Iran menghantam target dengan akurasi tinggi. Pemerintah Iran menegaskan bahwa serangan akan terus berlanjut hingga dianggap cukup untuk membalas agresi Israel. (*/rnc)