Mbay, RakyatNTT.ID – Lomba pacuan kuda Piala Bupati Nagekeo 2025 resmi dimulai Minggu, 15 Juni 2025 di Sirkuit Angin Laut, Desa Tonggorambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Acara tahunan yang akan berlangsung selama sepekan hingga 21 Juni 2025 ini dibuka langsung oleh Bupati Nagekeo Simplisius Donatus dan Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada.

Ribuan penonton memadati area sirkuit yang bersejarah, dulunya merupakan bekas bandara peninggalan Jepang pada masa Perang Dunia II. Namun di tengah kemeriahan pembukaan, dua insiden mengejutkan terjadi.

Iklan

Tenda Jebol, Penonton Panik

Saat MC menyebut nama-nama kuda yang akan berlaga, tenda utama tempat Bupati dan para tamu kehormatan duduk tiba-tiba ambruk. Penyangga besi tenda tak mampu menahan beban, menyebabkan kepanikan di sekitar podium.

Meski tidak ada korban serius, sejumlah penonton tampak melompat ke tanah untuk menyelamatkan diri. Perlombaan sempat terhenti sejenak, namun dilanjutkan setelah situasi dinyatakan aman.

Joki Cilik Terjatuh saat Balapan

Tak lama setelahnya, perhatian penonton teralih ke lintasan. Seorang joki cilik terlempar dari kuda dan mengalami luka. Penonton terdengar panik, sementara panitia langsung mengevakuasi anak tersebut ke mobil ambulans.

Joki yang diperkirakan berusia 10–15 tahun itu langsung mendapat pertolongan medis di lokasi. Para ibu yang menyaksikan insiden itu pun tampak cemas. “Semoga anaknya tidak apa-apa,” ujar seorang warga.

Hadiah untuk Para Juara Joki Cilik

Pacuan kuda ini menggunakan joki anak-anak usia 9–15 tahun, karena bobot ringan mereka dinilai menguntungkan kuda dalam berlari. Beberapa joki bahkan berasal dari luar daerah, seperti NTB, dengan berat badan hanya 16 kg.

Meski insiden terjadi, perlombaan terus berlanjut. Para joki cilik yang menang mendapat hadiah uang tunai, door prize berupa kaos dan botol minuman dari panitia, bahkan langsung dari tangan Bupati Nagekeo.

“Ini bentuk apresiasi dari kami,” ujar Bupati Donatus sambil menyerahkan hadiah kepada salah satu pemenang cilik.

Minimnya Perlengkapan Keamanan

Ironisnya, dari pantauan di lapangan, sebagian joki justru tampak tidak menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai. Beberapa terlihat hanya mengenakan sandal jepit saat berlaga di atas kuda. Helm, sepatu boot, hingga pakaian berkuda standar tak terlihat digunakan. (rnc15)