Kupang, RNC – Dalam rangka menyambut Idul Adha 2025, Pemerintah Kota Kupang menyalurkan bantuan hewan kurban kepada 16 masjid yang tersebar di wilayah kota.

Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, Wakil Wali Kota Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc, dan Penjabat Sekda Ignasius R. Lega, SH, pada Kamis, 5 Juni 2025.

Wujud Kepedulian dan Komitmen Pemerintah

Dalam sambutannya, Wali Kota Christian Widodo menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar momen keagamaan, tapi juga panggilan spiritual untuk memperkuat iman dan semangat berbagi.

“Kami ingin menyalakan semangat solidaritas sosial. Bantuan ini adalah bentuk perhatian agar semua warga, termasuk yang kurang mampu, turut merasakan keberkahan Idul Adha,” ujarnya.

Maraknya isu efisiensi anggaran tidak menghalangi Pemkot Kupang untuk tetap mengalokasikan dana bagi program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Wali Kota memulai kunjungan dari Masjid Nurul Yaqin (Bakunase), Masjid Nurul Iman (Fatubesi), Masjid KH. Ahmad Dahlan (Kayu Putih), Mushola An-Nur Polresta Kupang (Oetete).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Serena Francis menyerahkan bantuan di Masjid Darussalam (Sikumana), Masjid Said Amanatullah (Alak), Masjid Al-Faidah (Oesapa), Masjid Nurul Hidayah (Kelapa Lima).

Ketua DPRD Kota Kupang Richard E. Odja mengapresiasi inisiatif tersebut dan menyebutnya sebagai wujud nyata toleransi serta kasih sayang antarumat beragama.

“Daging kurban tidak hanya untuk umat Muslim, tapi juga dibagikan ke warga sekitar yang membutuhkan. Inilah toleransi sejati,” tegasnya.

Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Aldinan R.J.H Manurung menyatakan bantuan untuk Mushola An-Nur akan disalurkan ke masjid, panti asuhan, dan anak yatim.

Sementara Ketua Yayasan Masjid Darussalam, Drs. H. Abdul Razak Sundu, mengungkapkan bantuan ini adalah bentuk perhatian tulus pemerintah kepada umat Islam di wilayah Sikumana.

“Bantuan ini bukan soal nilai materil, tapi simbol kasih sayang dari pemerintah,” ujarnya penuh syukur.

Wakil Wali Kota Serena menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, DPRD, tokoh agama, dan masyarakat dalam membangun Kota Kupang sebagai kota kasih yang sejahtera dan berkelanjutan. (*/pkp/rnc)