Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Mengulas sejarah Kota Kupang yang baru saja merayakan Hari Ulang Tahun ke-139 dan 29 tahun sebagai daerah otonom, Wali Kota menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun kota yang bersih, sehat, dan manusiawi.
“Membangun kota bukan hanya soal gedung tinggi atau jalan lebar, tapi menghadirkan udara pagi yang sejuk, pendidikan yang baik, dan pemimpin yang saling menghormati. Kota ini bukan sekadar warisan leluhur, tapi pinjaman dari anak cucu kita,” katanya.
Wali Kota juga memaparkan program strategis penanganan sampah yang sedang dijalankan Pemkot Kupang, di antaranya pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan. Ia menyebut sistem ini memungkinkan 85% sampah diolah langsung di tingkat kecamatan, sehingga hanya residu 15% yang dibuang ke tempat pembuangan akhir di Alak.
“Kita tidak ingin lagi melihat Alak seperti gunung terbuka sampah. Kami ingin ciptakan sistem yang kuat dan berkelanjutan, yang bisa digunakan oleh pemimpin kota ke depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengibaratkan organisasi seperti IKMR sebagai kapal yang dibangun untuk mengarungi lautan, bukan untuk bersandar di dermaga.
“IKMR bukan kapal yang parkir, tetapi kapal yang membelah gelombang dan ikut menyelesaikan persoalan kota ini. Terima kasih atas semua kontribusi yang telah diberikan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan