DI usia 24 tahun, Paige Seifert seharusnya menikmati masa mudanya sebagai seorang insinyur muda yang sukses di Denver, Colorado. Namun hidupnya berubah drastis setelah ia didiagnosis kanker usus (kolorektal) stadium tiga, penyakit yang selama ini kerap dianggap hanya menyerang usia lanjut.

Kini, di usia 25 tahun dan telah dinyatakan bebas kanker, Paige membagikan kisah perjuangannya untuk memperingatkan generasi muda agar tidak mengabaikan gejala awal yang tampak sepele, namun bisa berujung fatal.

Kisah Paige muncul di tengah kekhawatiran para ahli medis atas lonjakan kasus kanker usus pada usia di bawah 50 tahun, khususnya di kalangan Gen Z dan Milenial, yang terus meningkat secara global.

Iklan

Tiga Gejala Awal yang Diabaikan

Paige mengungkapkan setidaknya ada tiga gejala utama yang sempat ia abaikan karena merasa masih muda dan sehat.

Gejala pertama adalah darah saat buang air besar (BAB). Paige mengira kondisi tersebut hanyalah wasir atau ambeien. Bahkan, dua kali pemeriksaan ke dokter menghasilkan diagnosis yang sama, dengan alasan ia dianggap “terlalu muda” untuk terkena kanker usus.

Gejala kedua berupa kram perut, mual, dan rasa tidak nyaman yang muncul tiba-tiba. Secara medis, kondisi ini dapat terjadi ketika tumor mulai menyumbat sebagian saluran usus, meski sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan biasa.