Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Penutupan sementara depo pengisian air “Airel” yang diduga kuat sebagai penyebab rusaknya Jalan Mesakh Amalo, di Kota Kupang, membuat kesal dan kecewa sejumlah warga Oesapa Barat. Pasalnya, penutupan sementara tersebut dinilai tidak akan memberi efek jera pada pelaku usaha, Andre Ang.
“Ini sama dengan sebelumnya. Hanya ditutup sementara, lalu dia buka lagi. Sampai kapan harus begini? Jalan semakin rusak, becek dan berlubang, sehingga mengundang kecelakaan lalulintas. Kami akan mengambil sikap tegas dengan melakukan demo. Saya akan segera berdiskusi dengan perangkat RT dan RW serta lurah, dan setelah itu melapor ke Polresta untuk pengamanan. Sudah keterlaluan pengusaha depo air ini. Tidak memikirkan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari usahanya,” tandas Erens Leka, perwakilan masyarakat Oesapa Barat yang dihubungi RakyatNTT.ID, Rabu (10/12/2025).
Dikatakannya, CV. Ekasari Dwiputri atau Depo Air “Airel” bisa saja mengantongi izin dari Pemerintah Pusat. “Tapi jika pengisian air itu mengganggu aktivitas warga, menyebabkan kecelakaan lalulintas, dan merusak fasilitas umum, maka izin tersebut harus ditinjau kembali,” tandasnya Erens.
Dia juga menyayangkan sikap Satpol PP Kota Kupang yang tidak jadi mem-police line, Depo Air “Airel”, padahal garis polisi tersebut sudah sempat dipasang. “Kami tidak berprasangka buruk, tapi wibawa pemerintah dimana ketika police line sudah dipasang, tapi tidak jadi karena pemilik pengisian air keberatan. Mestinya Pemerintah Kota Kupang melalui Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Kupang, harus tegas dan berpihak pada kepentingan orang banyak. Kami warga Oesapa Barat sangat dirugikan dengan aktivitas pengisian air di Jalan Mesakh Amalo. Jika ada pembiaran, kami akan demo. Tidak ada yang kebal hukum di negara ini,” tegas Erens.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

