Kupang, RakyatNTT.ID — Pakar Ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT), James Adam, memberikan dukungan penuh atas ide digitalisasi retribusi pasar yang disampaikan salah satu calon Direktur Perumda Pasar Kota Kupang, Stenly Boymau.

Dalam pemaparannya, Stenly membawa konsep Pasar Level Up dengan fokus pada digitalisasi pembayaran untuk menekan potensi kebocoran retribusi.

Kepada media ini, Sabtu akhir pekan lalu, melalui sambungan telepon seluler, James menegaskan bahwa digitalisasi merupakan langkah cepat dan efektif untuk menata kembali sistem pembayaran retribusi.

Iklan

“Ini ide cerdas. Elektronisasi retribusi adalah solusi cepat mengantisipasi kebocoran di tengah jalan. Namun digitalisasi belum bisa diterapkan sekaligus di semua item dan seluruh pasar Kota Kupang,” kata James.

10 Pasar dengan Karakteristik Berbeda

James menjelaskan bahwa Kota Kupang memiliki 10 pasar dengan klasifikasi beragam. Tiga pasar terbesar yakni Pasar Kasih Naikoten, Pasar Oeba, dan Pasar Oesapa, sementara pasar lainnya berukuran lebih kecil.

Perumda Pasar Kota Kupang saat ini mengelola berbagai item seperti sewa ruko, kios, lapak, kamar mandi, hingga retribusi bagi pedagang tikar.

“Dulu per hari mereka dikenakan Rp2.000, entah sekarang sudah berapa,” tambahnya.

Mulai dari Satu Pasar sebagai Pilot Project

James memberikan pesan khusus kepada Stenly agar digitalisasi retribusi diterapkan bertahap. “Satu saja dulu, nanti lainnya menyusul. Kita uji petik di satu lokasi,” sarannya.