Jakarta, RakyatNTT.ID Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,46% ke posisi 8.155,36 pada perdagangan pagi ini, Senin (6/10/2025).

Sebanyak 257 saham tercatat naik, 75 saham melemah, dan 624 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 361,8 miliar, dengan total 949,7 juta saham berpindah tangan melalui 49.840 kali transaksi.

Pasar Padat Agenda Ekonomi Pekan Ini

Pekan kedua Oktober menjadi periode yang padat bagi pelaku pasar modal, baik domestik maupun global.

Iklan

Sejumlah agenda penting menjadi sorotan, mulai dari rilis data ekonomi Bank Indonesia (BI), risalah rapat The Federal Reserve (The Fed), hingga isu penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang belum menemukan titik terang.

Faktor-faktor tersebut diperkirakan akan menentukan arah pergerakan IHSG dan nilai tukar rupiah sepanjang pekan ini. Investor juga akan memperhatikan dinamika eksternal, termasuk perkembangan inflasi dan kebijakan suku bunga global.

Bursa Asia Kompak Menguat

Sejalan dengan penguatan IHSG hari ini, bursa Asia mayoritas dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi (6/10/2025).
Investor menyoroti situasi politik di Jepang yang dinilai dapat memengaruhi arah kebijakan ekonominya.

  • Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak lebih dari 4% dan menembus rekor tertinggi baru.
  • Indeks Topix juga menguat 3%, turut mencetak rekor tertingginya.
  • Indeks ASX/S&P 200 Australia naik 0,19%.

Indeks Hang Seng Hong Kong dibuka sedikit lebih tinggi dengan kontrak berjangka di 27.153, naik tipis dibanding penutupan sebelumnya di 27.140,92.