Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Kejadian keracunan makan bergizi gratis (MBG) kembali mencuat dan menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan anak.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memerintahkan penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai bermasalah serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.
Keracunan pada anak bukan sekadar kasus ringan. Tubuh anak-anak lebih rentan terhadap paparan racun karena ukuran tubuh yang kecil serta organ yang belum berkembang sempurna.
Dampak jangka panjangnya bisa mengganggu sistem saraf pusat, kemampuan kognitif, bahkan kesehatan secara menyeluruh.
Dampak Keracunan Makanan pada Anak
Efek Neurologis dan Kognitif
Menurut Washington Poison Center, keracunan dapat menimbulkan gangguan neurologis hingga menurunkan IQ. Paparan merkuri, misalnya, berisiko menyebabkan malformasi kongenital serta menghambat perkembangan kognitif.
Masalah Perilaku
Paparan racun juga berhubungan dengan masalah perilaku. Anak lebih sensitif karena metabolisme mereka lebih cepat, sehingga dosis kecil bisa berdampak besar. Keracunan jangka panjang berpotensi mengubah kimia otak dan memicu perubahan perilaku yang menetap.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

