Kupang, RakyatNTT.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Stevano Rizki Adranacus, mendorong pemerintah melakukan reformasi terhadap mekanisme penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) agar lebih mudah diakses masyarakat.

Ia menilai sistem penyaluran bantuan pendidikan tersebut harus berorientasi pada pelayanan sehingga tidak lagi membebani orang tua maupun siswa penerima manfaat.

Pernyataan itu disampaikan Stevano usai menyerahkan sertifikat beasiswa PIP kepada para penerima di Halaman Rumah Aspirasi miliknya, Rabu (22/7/2026).

Iklan

Menurutnya, berbagai kendala masih ditemukan dalam proses penyaluran PIP, mulai dari pembukaan rekening bank, aktivasi rekening, hingga pencairan dana bantuan. Persoalan tersebut dinilai menjadi hambatan bagi masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah.

“Yang menjadi kendala dalam penyaluran PIP adalah saat proses pembukaan rekening di kantor cabang bank maupun ketika pencairan dana. Karena itu kami sudah melakukan pertemuan dengan pihak perbankan di tingkat pusat untuk mencari solusi,” ujar Stevano.

Banyak Penerima Lama Tidak Lagi Terdata

Politisi yang membidangi sektor pendidikan itu mengungkapkan, selama menyalurkan beasiswa PIP melalui jalur aspirasi di 11 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur, pihaknya menemukan banyak siswa yang sebelumnya pernah menerima bantuan, namun kini tidak lagi tercatat sebagai penerima.