Kupang, RakyatNTT.ID – Dosen Program Studi Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang, apt. Edtyva Monicha, S.Farm., M.Farm., sukses melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program inovatif bertajuk “SERAI BERSIH” di Desa Baumata Timur, Kabupaten Kupang.

Program ini mengajarkan masyarakat memanfaatkan limbah batang serai (Cymbopogon citratus) menjadi hand sanitizer alami yang ramah lingkungan, aman bagi kulit, sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Kegiatan tersebut diikuti ibu-ibu warga Desa Baumata Timur bersama kader Posyandu dengan antusias. Selain memperoleh pengetahuan tentang kesehatan, peserta juga dibekali keterampilan mengolah bahan alami menjadi produk yang dapat digunakan sehari-hari maupun berpotensi menjadi usaha rumahan.

Iklan

Batang Serai Ternyata Memiliki Khasiat Antibakteri

Dalam kegiatan tersebut, apt. Edtyva Monicha menjelaskan bahwa tanaman serai yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai bumbu dapur ternyata memiliki kandungan minyak atsiri yang kaya senyawa aktif, seperti sitral dan geraniol.

Kedua senyawa tersebut diketahui memiliki sifat antibakteri yang efektif membunuh berbagai jenis bakteri penyebab penyakit.

Menurutnya, ketika diaplikasikan pada tangan, senyawa aktif dari serai mampu menembus dinding dan membran sel bakteri yang tersusun atas lipid. Proses tersebut menyebabkan kebocoran sel, mengganggu metabolisme bakteri hingga akhirnya bakteri mengalami lisis atau pecah dan mati.

Alternatif Hand Sanitizer yang Lebih Ramah Kulit

Edtyva mengatakan, inovasi ini lahir sebagai alternatif penggunaan hand sanitizer berbahan alkohol tinggi yang dalam penggunaan jangka panjang berpotensi menyebabkan kulit menjadi kering dan iritasi.