Kupang, RakyatNTT.ID Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menunjukkan komitmennya dalam hilirisasi riset berbasis potensi lokal. Melalui program Undana Talk bertajuk “Dari Tanah Karang ke Produk Unggulan: Kisah Sukses Riset Herbal Undana”, Rabu (15/4/2026), dosen Farmasi Dr. apt. Muhajirin Dean, S.Farm., M.Sc., memaparkan capaian risetnya dalam mengembangkan produk kesehatan berbahan alam khas Nusa Tenggara Timur (NTT).

Muhajirin mengungkapkan, bersama tim peneliti, ia telah berhasil mengembangkan sedikitnya 12 produk herbal yang berasal dari tanaman endemik dan rempah-rempah lokal NTT. Produk-produk tersebut merupakan hasil penelitian panjang yang menitikberatkan pada penggalian potensi farmakologis bahan alam.

Beberapa produk yang telah dikenal luas di antaranya Fatis Sirup Faloak dan Fatis Madu Faloak, yang memanfaatkan khasiat pohon faloak sebagai bahan utama. Selain itu, terdapat pula produk lain seperti Fitcur, Madu Flora, serta Jae Instan Putih dan Jae Instan Merah yang diformulasikan untuk meningkatkan stamina dan nafsu makan.

Iklan

Muhajirin menegaskan bahwa setiap produk dikembangkan melalui proses ilmiah yang ketat, mulai dari identifikasi bahan, analisis senyawa aktif, hingga pengujian formulasi di laboratorium.