Waingapu, RakyatNTT.ID Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasuki babak baru dalam pembangunan ekonomi pesisir melalui proyek Tambak Udang Terintegrasi (Integrated Shrimp Farming).

Proyek strategis ini mendapat dukungan penuh dari tokoh adat dan Pemerintah Desa Palakahembi, sekaligus membuka peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Hamparan pesisir yang selama ini dikenal dengan keindahan alamnya kini diproyeksikan menjadi salah satu sentra produksi udang modern di Indonesia Timur. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat sektor perikanan nasional.

Iklan

Dukungan Tokoh Adat, Jaga Keseimbangan Alam dan Budaya

Dalam perspektif masyarakat Sumba, pembangunan tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai leluhur.

Tokoh adat Palakahembi, Kambaru Windi, menegaskan bahwa dukungan terhadap proyek ini lahir dari proses dialog terbuka yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Kami tidak melihat ini hanya sebagai proyek fisik, tetapi sebagai bentuk penghargaan terhadap potensi tanah kami. Leluhur kami mengajarkan untuk menjaga bumi agar dapat memberi makan kepada anak cucu,” ujarnya belum lama ini.