Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Problem mendasar yang tak kunjung terselesaikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah kemiskinan. Bahkan angka kemiskinan di NTT sampai pada tingkat ekstrem/mutlak (absolute poverty). Secara nasional, NTT masih tetap berada di urutan tiga besar sebagai propinsi termiskin setelah Papua dan Maluku.
Kondisi memprihatinkan ini diangkat Fraksi Amanat Sejahtera (Fraksi Gabungan PAN dan PKS) DPRD NTT dalam pandangan umum fraksi terhadap RPJMD Provinsi NTT Tahun 2025-2029.
“Mengapa sudah 67 tahun Provinsi NTT berdiri, terus berganti pemimpin, berbagai program dan anggaran terus digelontorkan setiap tahun untuk pengentasan kemiskinan, baik yang bersumber dari APBD Provinsi maupun dari APBD Kabupaten Kota, tetapi kenyataannya angka kemiskinan kita tidak mengalami penurunan secara signifikan dan bahkan cenderung meningkat?” Demikian pertanyaan substantif Fraksi Amanat Sejahtera sebagaimana dibacakan Juru Bicara, Rambu K.A. Praing dalam paripurna yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD NTT, Selasa (20/5/2025).
Menurut Fraksi Amanat Sejahtera, kemiskinan selalu berkelindan dengan dua faktor determinan yakni ketika masyarakat mengalami tidak terpenuhinya hak-hak dasarnya dan ketiadaan akses ke sumber daya ekonomi, makanan, air bersih, kesehatan, sanitasi yang layak, pendidikan, tempat tinggal, informasi, lapangan kerja dan jasa.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan